Di Balik Menghitung Mundur (Bagian 2)


Ah, baiklah... dikarenakan desakan teman-teman untuk meneruskan blog sebelumnya yaitu Di Balik Menghitung Mundur, saya lanjutkan ceritanya (padahal ga ada yang maksa, mau nerusin monggo, mau enggak juga ga masalah. Haha)

Cerita sebelumnya berhenti di pertanyaan "Lah, itu apaan yang H-74?"
Ya jadi intinya kenapa ada dua penghitungan mundur? Gitu kan? Iya gitu. Biar cepet.

Hehe, jawabannya adalah "Keliling Indonesia?"
"Lah, kok keliling Indonesia lagi? Kan ada di H-32 itu? Bedanya apa?"

Jadi begini ceritanya.
Suatu hari, di pertengahan Januari 2013, si Boii kasih kabar bahwa adiknya, Satriya, nikah di tanggal 13 April 2013. Karena aku tidak ingin diselesaikan lewat SMS, "Oh.. ya udah nanti kita bicarain."

---[UNTOLD STORY]---

Sangat pendek cerita, akhirnya Fiersa memutuskan untuk mengundurkan waktu keberangkatan, tepatnya 14 April 2013.

Oke, baiklah diundur. Tak apa. Aku sangat sangat sangat menghargai keputusannya dia. Dan alasannya pun sangat bisa diterima. Masa iya kan pernikahan adik kandungnya sendiri dia ga dateng. Aku lebih sangat setuju kalau diundur kalau alasannya itu.

14 April 2013. Penghitungan mundurnya ditambah 42 hari. Ngapain dulu ya?
Aku sebenarnya sedikit tidak bisa menunggu lama, meski target biaya 10 juta belum aku pegang sepenuhnya, tapi ada yang harus aku lakukan di bulan Maret. Ngapain ya? Apa aku berangkat duluan aja? Terus ketemu dimana gitu? Hem, tapi aku pengen berangkat bareng. Aku pergi ke kamar mandi. Ngikutin jejak seorang teman, Dhiora, mencari inspirasi sambil nangkring di kloset. Dan setelah agak lama di kamar mandi, belum ada ide. Hem, mungkin aku terlalu fokus sama kegiatan lain di kamar mandi (apa hayo). 

Berhari-hari masih kepikiran. Dan suatu hari, di kala domba sedang diadu, ketika rambutan sedang lebat-lebat buahnya, ketika durianpun masih belum mau saya makan, ketika malaria berubah menjadi malarindu, akhirnya tercetuslah.... NGUBEK BANDUNG alias acak-acak Bandung. Jadi pengen aja gitu lihat langsung hidden paradise di Bandung. Entah itu air terjun, gunung yang tersembunyi, atau mungkin desa-desa yang punya adat budaya kuat atau kebiasaan unik. Destinasinya masih dalam pencarian. Jadi intinya aku ingin lebih mengenal dulu Bandung, supaya bisa aku sempat ceritakan kepada teman-teman dan saudara-saudara di sebrang sana ketika aku menjalankan misi besar.

Nah, jadi intinya adalah ..... hari ini adalah H-29 untuk misi kecilku dan H-71 untuk misi besarku. 
Aku akan sangat berterima kasih sekali jika teman-teman berkenan untuk memberitahu tempat-tempat yang masih belum banyak terjamah manusia yang bisa aku datangi.

Inilah perjalanan menuju impian Prem. Perjalanan untuk sebuah "PERJALANAN"
Aku berharap kalianpun segera mulai melangkah untuk meraih impian-impian kalian.
Lakukan secara konsisten, meskipun langkahnya kecil ;)

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Di Balik Menghitung Mundur (Bagian 2)"

Dian Fernanda mengatakan...

Keliling Indonesia?? Kyaa kerenn.
sama Fiersa pula' hehe..

Punya Impian keliling Indonesia juga, tp masih ragu melangkah,

Goodluck bt keliling Indonesianya,,
di tunggu oleh2 ceritanya :)